Tomohon

March 11, 2008

Kota Tomohon adalah salah satu kota di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Sebelum tahun 2003 merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Minahasa. Dalam perkembangannya, Tomohon mengalami banyak sekali kemajuan, sehingga ada aspirasi dari warganya untuk meningkatkan status Tomohon menjadi sebuah kota. Tomohon menjadi daerah otonom (kota) dengan disahkannya Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon di Provinsi Sulawesi Utara oleh DPR RI. Namun, peresmiannya baru pada tanggal 4 Agustus 2003.Sebelum Tomohon disahkan menjadi sebuah kota otonom, terlebih dulu Tomohon dibagi menjadi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Tomohon Utara yang kantor camatnya terletak di jalan menuju Kayawu (termasuk Kakaskasen III), Kecamatan Tomohon Tengah kantor camatnya di Kelurahan Talete (Kuranga) dan Kecamatan Tomohon Selatan yang letak kantor camat pertama di Kelurahan Lansot kini telah dipindahkan ke Kelurahan Walian. Akan tetapi, pada saat ini Tomohon sudah dibagi menjadi lima kecamatan, yaitu tiga kecamatan sebelumnya dan ditambah dua lagi, yaitu Kecamatan Tomohon Barat yang letak kantor camatnya di Kelurahan Woloan I dan Kecamatan Tomohon Timur yang letak kantor camatnya di Kelurahan Paslaten I.

Saat ini Tomohon sudah memiliki anggota DPRD sendiri, secara otomatis terjadi peningkatan status desa menjadi kelurahan (berdasarkan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang telah direvisi dengan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah), di mana hampir semua desa yang ada di Kota Tomohon kini menjadi kelurahan dan secara bertahap telah diresmikan oleh Penjabat Walikota Tomohon Drs. Boy Simon Tangkawarouw, MSi. Namun ada 5 desa yang tetap mempertahankan status desanya.Kota Tomohon berada pada 1°15′ Lintang Utara dan 124°50′ Bujur Timur. Luas Kota Tomohon berdasarkan keputusan UU RI Nomor 10 Tahun 2003 sekitar 11.420 Ha dengan jumlah penduduk mencapai 87.719 jiwa. Kota Tomohon terletak di ketinggian kira-kira 700-800 meter dari permukaan laut (dpl), dikelilingi oleh 3 gunung berapi aktif yaitu Gunung Lokon (1.689 m), Gunung Mahawu (1.311 m) dan Gunung Masarang. Suhu di Kota Tomohon pada waktu siang mampu mencapai 30 derajat Celsius dan 23-24 derajat Celsius pada waktu malam hari.

Kota Tomohon memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :

  • Utara : Kecamatan Pineleng (Kabupaten Minahasa)
  • Selatan : Kecamatan Sonder (Kabupaten Minahasa)
  • Timur : Kecamatan Tondano Utara (Kabupaten Minahasa)
  • Barat : Kecamatan Tombariri (Kabupaten Minahasa)Sejak dulu Tomohon dikenal sebagai kota pendidikan dan kota agama, karena di sinilah para misionaris dari negeri Belanda menetap dan membuka sekolah-sekolah, rumah sakit dan menjadi pusat penyebaran agama Kristen di Tanah Minahasa. Tomohon memiliki fasilitas pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi atau universitas. Fasilitas pendidikan ini umumnya dikelola oleh pemerintah dan swasta. Beberapa universitas atau sekolah tinggi yang ada di Tomohon, antara lain:
  • Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) yang dikelola oleh Yayasan Perguruan Tinggi Kristen GMIM.
  • Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (Unsrit) yang dikelola oleh Yayasan Dharma Bhakti.
  • Akademi Fisioterapi (Akfis) “Santu Lukas” yang dikelola oleh Yayasan Manuel Runtu.
  • Akademi Keperawatan (Akper) “Gunung Maria” yang dikelola oleh Yayasan Ratna Miriam.
  • Akademi Keperawatan (Akper) “Bethesda” yang dikelola oleh Yayasan Kesehatan GMIM.
  • Sekolah Tinggi Theologia “Parakletos” yang dikelola oleh Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah.Seni Tari yang ada di Tomohon sama dengan di Minahasa umumnya, antara lain :
  • Tari Katrili
  • Tari Maengket
  • Tari Pisok
  • Tari Kabasaran (Tari Perang)
Tarian Kabasaran, Pawai 17 Agustus 2006

Tarian Kabasaran, Pawai 17 Agustus 2006

Seni Musik yang ada di Tomohon antara lain:

  • Musik Bambu (Bahannya berasal dari bambu dan campuran jenis musik dari kuningan)
  • Musik Bia (berasal dari cangkang binatang laut)
  • Musik Kolintang (bahannya terbuat dari kayu yang dipotong berbilah kemudian diletakkan menutupi sebuah kotak persegi panjang dan kini mulai digalakkan kembali)

Pada tanggal 22 April 2006 bertempat di amfiteater milik Yayasan Masarang di Kelurahan Woloan I, oleh Pakasaan Tombulu (yakni suatu organisasi adat khusus berbahasa Tombulu yang meliputi Kecamatan Pineleng, Kecamatan Tombariri (Minahasa) dan Kota Tomohon) berhasil memindahkan satu buah waruga, yaitu makam leluhur suku Minahasa, yang diiringi berbagai tarian asli Minahasa. Tujuan dari pemindahan waruga ini adalah untuk mengumpulkan semua waruga yang masih tersebar di berbagai tempat di Tomohon ke sebuah kompleks pekuburan waruga yang berlokasi di sekitar amfiteater untuk tetap dipelihara dan dilestarikan.

Entry Filed under: Uncategorized. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts